27 Jun 2011

Menggali mutiara terpendam di pelosok negeri

Siang tadi, baca update statusnya pak Anies Baswedan di twitter tentang 2 orang siswa SD pelosok negeri menembus final olimpiade sains nasional yang akan di wawancari di Metro siang. Setelah itu, saya langsung nangkring depan tv. Jujur, saya langsung speechless, terharu dan sedikit berkaca-kaca (untung aja nonton sendiri, hehe). Perjuangan mereka para pengajar muda telah memberikan kontribusi yang berarti buat negeri ini. Memang ini bukan sepenuhnya karena pengajar muda, usaha dan kemauan terbesar adalah dari dalam diri anak didik sendiri, tapi kehadiran mereka telah mewujudkan mimpi-mimpi anak-anak pelosok negeri. Benar adanya kalo kondisi sekolah seperti di film laskar pelangi itu masih ada sampai zaman secanggih ini. Ruangan kayak kandang kambing, bahkan masih memakai buku panduan kurikulum 1984, apalagi komputer dan internet yang bagi mereka masih seperti barang super ajaib. Dibandingkan anak-anak perkotaan dengan fasilitas serba ada dan dana lebih dari cukup, wajar saja mereka sangat-sangat jauh lebih baik dan berprestasi. Sungguh keterlaluan jika  mereka malah menjadi generasi yang hancur setelah di anugerahi kemudahan-kemudahan seperti itu. Mereka harus perlu tau, bahwa masih sangat banyak teman-teman di luar sana yang juga punya cita-cita seperti mereka.
Dani dari pedalaman majene (Sulawesi Barat) dan Sabariah seorang anak pulau terpencil dari gugusan Kep.Riau berhasil mencapai final olimpiade sains. 2 orang murid dari Wiwin dan Roy pengajar muda. Walaupun tidak menjadi juara, itu sudah luar biasa. Saya yakin, suatu saat nanti kalian akan menjadi orang sukses. Menggapai masa depan gemilang.  Jangan malu dan minder menjadi anak kampung. Banyak orang-orang besar di negeri ini dulunya seperti kalian.
Tayangan tadi mengingatkan saya ketika masih berseragam putih-merah. Menghabiskan masa kecil di kampung kaki pegunungan. Saya juga pernah punya kelas yang bocor, pernah ketika kelas 4 tidak mempunyai guru kelas jadi kita diajari oleh guru agama, guru olahraga dan kadang kepala sekolah yang tiap hari bergantian mengajar karena kekurangan guru. Fasilitas buku pelajaran, waahh masih sangat minim. Belajar berhitung menggunakan lidi, sempoa?? ngga kenal lah. Ketika itu, istilahnya udah olimpiade apa belum ya?? saya lupa. Menjadi perwakilan sekolah ke kota kabupaten saja, nyali ini berasa ciutt banget, mana ada yang namanya persiapan khusus. Tiba-tiba ditunjuk dan berangkat, hadeehhh modal nekat dan juga ngga pinter-pinter amat. Proyek Indonesia Mengajar sekarang memang telah hadir sebagai lentera di negeri ini. Saya masih beruntung dibanding masih ada teman-teman yang juuaauuuh lebih pelosok, satu SD cuma punya 3 orang guru dan murid sekitar 10 orang. Ini realita kawan, jadi kalo ujian akhir (ebtanas pada masa itu), mereka menumpang ke sekolah saya. Saya juga masih sangat beruntung berada di tengah keluarga yang lumayan berpendidikan dan memotivasi saya. Teman-teman SD saya, mungkin mereka lebih pintar tapi harus putus sekolah. Ya..kira-kira seperti Lintang di Laskar Pelangi. Makanya ketika nonton film itu, wis banjir airmata dah. Mewakili cerita kami, anak-anak kampungan (haha).
Di tengah bobroknya negeri ini, mega proyek Indonesia Mengajar yang diprakarsai pak Anies Baswedan telah menghadirkan secercah harapan. Entah itu dibalik sosoknya yang terkait dengan nasdem, perpolitikan atau hal-hal lainnya. Whatever lah...Saya tidak perduli. Yang pasti, beliau telah berfikir dan bertindak untuk kemajuan dan kebaikan negeri ini dari segi pendidikan. Selalulah berjuang para pengajar muda!!! Jangan pernah lelah menggali lebih banyak mutiara-mutiara terpendam di pelosok negeri. Sejujurnya, saya pengen ikut terlibat, hehe. Hmmm...dari kriteria sebenarnya bisa sieh.(woow..pede banget bakalan diterima,haha). Mungkin usia aja agak mepet, haha...udah tua soalnya. Melanjutkan cita-cita dulu ajah,, insya Allah juga dipersembahkan untuk negeri. Semoga terwujud. Aminnn...
Qoute penutup: Semangat maju demi perubahan.
"Kita datang dari segala penjuru Nusantara, lintasi kelas sosial-ekonomi, etnis & agama. Kita adalah Indonesia Raya. Cintai bangsa ini. Terbang cari ilmu, tapi jangan putuskan cinta bangsa". (terinspirasi)

24 Jun 2011

Menuju ruang eksekusi yang beku

Whhoaaa....Alhamdulillah.. Akhirnya bisa bernafas lega setelah pengumpulan draft tugas akhir (20 juni). Penantian tanda tangan acc pembimbing (Mr.Wirawan) menguji mental lagi, kita semua merasa di sandera di Lab. B304. Hari itu tidak seperti biasanya, wajah-wajah penuh ketegangan sebelum jam 8 pagi sudah stand by dengan jumlah sekitar 15 orang (wow..rame bangedz). Tidak seperti biasanya.. Wajah-wajah mereka lucu-lucu sekali..Hahaha.. (Kalo saya?? entah lah, emang udah lucu..hihihihi). Masa penantian teman-teman reguler berakhir setengah hari dan kita (LJ) harus bersabar lagi hingga acc diserahkan sekitar jam 4 sore. Untung saja, saya sudah mewanti-wanti untuk ngeprint 5 rangkap dan ternyata revisi terakhir hari itu memang tidak dikembalikan. Sebagian teman-teman malah ada yang belum ngeprint satu huruf pun gara-gara menunggu revisian. Doh...semoga aja waktu yang kurang dari 3 jam cukup untuk mereka. Cemunguuudhh eeaa...(4laY).

Ngga habis fikir, mengapa kita semua sangat menikmati detik-detik terakhir dalam segala hal. Padahal masa-masa terakhir memiliki resiko yang sangat berbahaya dalam sebuah pekerjaan, tugas atau apapun itu. Satu semester full mempersiapkan, terasa masih kurang. Entah itu karena lalai atau memang begitu teramat sangat sulitnya tugas akhir yang dikerjakan. Setiap orang punya jawaban dan alasan ngeles berbeda =). Atau jangan-jangan rata-rata pada mengidap penyakit psikologis yang satu ini : Procrastination. Bukan-bukan...tidak.. Penyakit itu terlalu parah kalo di analogikan untuk mengerjakan tugas akhir. Sudahlah temanz, apapun itu faktor internal or eksternal yang pasti kita sekarang menunggu waktu eksekusi di ruang persidangan.

And You Know... Then.. I'm really shock like i drink shocking soda.. Saya di anugerahi dosen-dosen penguji yang luar biasa. Para "master", "experten", "esperti", "les experts" dunia per-telekomunikasi-an.
Hmmm...Bismillah untuk tanggal 1 dan 4 Juli. Tanpa diminta, mereka pada berkata "Sabar ya...", "Tabah ya...", "Jangan khawatirkan apa yang terjadi sebelum itu, tapi apa yang terjadi setelah itu..." (maksudnye ape). I'm fine. Still smile (hiiiiii). Hummm...I'm okay. Yes, I'm okay n I can. Hahaha.
Siapa yang tidak tahu Prof.Gamantyo. Wow.. the one and only Proffessor in Telecom-ITS. He's a great man. Next, Mr. Endro, DEA. Bapak dosen yang luar biasa dan mengerti semua hal seluk beluk telkom. Kalo di ruangan persidangan, track recordnya pada bikin arek-arek wedi karena ga iso njawab n takok e angel-angel. Hihihi. Next, Mrs.Titik, masternya SKD satu-satunya matkul 5 sks. The basic lesson of telecom. Dan real-nya telkom? yaa SKD. Next, Mrs.Puji, masternya propagasi. Mata kuliah yang menelan banyak korban layaknya SKD.hehe. And the last, Mrs.Devy, wahh..saya ga pernah dapat kuliah dengan bu'Devy :(.
Sampai bertemu bapak-bapak dan ibuk-ibuk di ruangan eksekusi yang beku. ;) :)

Satu langkah lagi untuk menyelesaikan sebuah proses. Enjoy it!!!. Bersiap menuju proses-proses berikutnya yang mungkin saja akan lebih berat dan lebih menantang. Itulah hidup.
Teringat sms dari salah seorang saudari-ku : " Satu keberhasilan menuju keberhasilan selanjutnya. Dunia ini ternyata memang tidak ada istirahatnya. Kesenangannya sesaat. Lulus SMA bahagia, tes kuliah dag dig dug.., lulus D3 senengnya, lanjut lagi S1, wisuda S1 bangganya. Lanjut lagi atau tes kerja owwowwow, lulus lagi luar biasa. Nikah luar biasa rasanya. Ujian-ujian yang dilewati, ya ampunn...bener banget kalo kebahagiaan dunia itu sementara. Meninggal khusnul khatimah, Alhamdulillah. Kuburan dilapangkan,Amin.. Padang Mahsyar semoga aja adem. Jahannam, ya ampun dilompati aja. Akhirnya surga dan sang Khaliq, baru senang untuk selamanya. The End ".
Pray for me yeaaah n pray for us.

7 Jun 2011

Ada kita di bulan Juni

June has come...
Ketika memasuki hari pertama saja, telah disambut dengan peringatan kelahiran pancasila. Dasar NKRI yang “sekarang berada dimana???”. Rabu, 1 Juni kemarin pidato presiden ke-3 B.J Habibie (yang juga lahir di bulan Juni) sempat membuat negeri ini tersentak dan menjadi hot news di segala media. Mungkin pidato politik pemimpin seperti itulah yang dirindukan rakyat saat ini. Semoga saja kita tidak sekedar terkesima, tapi juga mencari makna yang hilang itu. Tidak hanya menuntut pemimpin, tapi juga berbuat walau hal kecil sekalipun. Kembali terkait dengan bulan Juni dan pancasila, (Bung Karno) sang proklamator yang terlibat dalam proses kelahiran pancasila dan (Pak Harto) sang komandan rezim yang katanya berhasil menodai makna pancasila dibalik bayang-bayang kekuasaannya juga ditakdirkan terlahir di bulan ini. Berada diantara tanggal kelahiran orang-orang luar biasa pengukir sejarah. Waktu kecil, ketika kutau kalau tanggal lahir presiden Sukarno (H-1) dan presiden Suharto (H+1) dari tanggal kelahiranku. Fikiran kecilku menghayal: ‘waaahh…aku akan dan harus menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia’. Eehh…ternyata impianku dimusnahkan Ibu Megawati. Yaa,,cerita masa kecil, sekarang mah cita-citaku bukan jadi presiden lagi.
Berikut ini tidak ada hubungannya dengan pancasila, heee. J.J Rosseau yang pernah kita kenal dalam buku-buku sejarah seorang filsuf tentang pemikiran kenagaraannya dan yang berpengaruh di revolusi prancis, lalu Muamar Kadafi diktator fenomenal masa kini dan siapa yang tidak kenal Lionel Messi dan Chicharito ;). Mereka juga terlahir dibulan ini. Tentu saja bukan hanya saya yang lahir bulan juni dimuka bumi ini. Hmmm… kalau nama-nama ini apakah anda kenal? Kk’QQ, Sigit, Alma, Riya, Lestri, Anifa, Kk’Ayu. Mereka adalah sahabat dan teman saya yang juga mbrojol di bulan ini.Hehehehe… Saya do’akan kelak kalian akan memiliki nama besar dan berjiwa besar. Saya juga tidak berniat sama sekali untuk membuat data base dari semua nama yang disebutkan dari awal diatas. :-D. It’s just intermezzo.
Saya juga tidak bermaksud men’sakralkan bulan, waktu dan hal tertentu. Jika dikaitkan dengan konsep ketuhanan, memang tidak ada satupun dari ketentuan dan ciptaan-Nya yang bisa disamakan. Sekali lagi ini hanya dari segi logika manusiawi saja. Iseng-iseng bolehlah…hehe. Mungkin hanya menganggap sedikit istimewa bukan sebuah pengkultusan. Bahkan saya tidak sengaja mengistimewakannya, orang-orang yang membuat saya merasa mengistimewakannya. Ah…sudahlah.
Nama-nama besar yang disebutkan diatas juga bukan sebuah pembanding. Anggap saja sebagai motivasi untuk kita bahwa kita juga pasti bisa menjadi orang-orang besar yang berpengaruh. Terbebas dari baik buruknya biografi mereka, namun kehadiran mereka mampu mengubah dunia. Tentu kita tidak ingin nama kita memudar begitu saja di batu nisan kelak, tapi masih terdengar  walau jasad sudah hancur bersatu dengan tanah. Bukan untuk kesombongan dan keangkuhan tapi sebagai sebuah amalan. Pastinya kita inginkan itu adalah hal baik dan meninggalkan hal bermanfaat untuk banyak orang.
Gimana teman-teman??? Hmmm..sedikit banyak saya merasa memang ada kesamaan diantara kita dan mereka. Hohoho. Bahwa kita adalah orang-orang yang penuh semangat, tidak gampang menyerah, tidak mau menerima sesuatu tanpa alasan dan analisis yang jelas, walaupun agak keras kepala dan mudah panik, kadang menjadi trouble maker tapi tidak jarang menjadi Play-maker, tidak takut untuk berbeda, dan punya sisi yang aneh terkadang cara berfikir yang hanya kita sendiri bisa mengerti dan mengatasi. Benar atau tidak??? Kalo tidak itu berarti karakter saya pribadi.haha. Ah..tapi saya yakin 75% adalah benar. Yooo Khuunnn???  OOouggh…preambul yang cukup panjang.

Next: Make a wish. It’s quite serious. J

Hmmm… I’m 24 now. Met hari lahir “Pipiet”. 
Alhamdulillah…Terima kasih ya Allah. Karunia dan nikmat-MU tidak akan pernah bisa tertuliskan walau bertinta samudera sekalipun. Aku akan selalu berusaha bermetamorfosa, ibarat idealnya proses kupu-kupu. Supaya nanti aku pergi dengan indah (sebagai manusia yang baik) meninggalkan dunia ini menuju kehidupan yang lebih abadi. Tidak ada yang kuharapkan selain payung cinta dan kasih sayang-Mu. Hidup ini tidak akan pernah berarti jika Engkau menjauhiku. Hanya satu do’aku, agar aku tidak pernah lelah berupaya untuk menghadirkan-Mu disetiap detak jantungku dan helaan nafasku. Amin… ^.^
Yappss… Wow, aku sudah 24 tahun, Mom.
Flashback: Ibuku melahirkanku pada waktu itu ketika usia beliau belum genap 24 tahun. Hehehe.. Sekarang aku sudah melewatinya. Ini bukan soal keterlambatan,,tenang Mom semua akan indah pada waktunya. Aku belum selesai merangkai cerita, masih dalam proses untuk mempersembahkan cerita terbaik untukmu, Mom and Dad. Hmmm…  I Really Love U Coz Allah.
Adik-adikku, kakek-nenek, keluarga besar thanks for loving me. Sungguh anugerah yang luar biasa karena Tuhan mengirimku diantara mereka. I know, I’m the first. And I’ll give anything fisrt for u all. J
Sahabat dan teman adalah anugerah lain yang mengisi sisi kehidupanku. Mereka yang kutemui disepanjang perjalananku mengukir jejak di kehidupan ini. Mereka yang hadir karena beragam hal, ada kesengajaan dan ketidaksengajaan, pertemuan dalam waktu yang lama maupun sangat singkat, bahkan bisa datang dan pergi kapan saja mereka mau. Kehadiran mereka mengajarkanku membuka mata untuk memandang dunia lebih luas dan belajar kehidupan dari keunikan ciptaan Tuhan karena setiap kita memang berbeda.

---hmm…teetttoott.. kayak ucapan sehabis mendapat penghargaan aja. Padahal ra oleh opo2…wkwk--- 

29 Mei 2011

Menikmati dua kekalahan manis

Weekend yang menyakitkan. Menikmati dua kekalahan dalam satu malam. Sengaja merehatkan diri di akhir pekan ini untuk menikmati dua pertandingan besar. Semifinal Piala Sudirman dimana Indonesia sebagai semifinalis. Dilanjtkan dengan event bergengsi sepakbola " Final Liga Champion" dan optimis Red Devils menuju juara. Ah..sayang sekali semua hasilnya mengecewakanku. Memang pertandingan pasti ada menang kalah dan harus menghargai yang memang lebih pantas untuk menang, itulah sportifitas.

Berbicara mengenai perebutan Piala Sudirman sungguh unik, kejuaraan beregu campuran yang digelar dua tahun sekali semenjak 1989 ini sejatinya adalah apresiasi untuk salah satu bapak PBSI "Dick Sudirman". Namun, Indonesia hanya pernah merebut gelar juara satu kali tahun 1989 itu. Selebihnya malah di dominasi oleh China dan Korsel. Bulutangkis sebagai cabang olahraga andalan negeri ini sangat banyak prestasi yang telah ditorehkan dikancah internasional. Tahun ini adalah perebutan ke 12, Indonesia 1 kali menang, 6 kali sebagai runner up dan 4 kali sebagai semifinalis dan tahun ini pun harus berakhir sebagai  semifinalis setelah ditundukkan Denmark. Partai pertama, ganda campuran Indonesia harus takluk setelah ruber set, Pia dan Frans yang menjadi penentu ketika di perempat final mengalahkan Jepang memang harus mengakui keunggulan pasangan denmark. Kalo menurut saya nieh, pemain Indo itu dari dulu modelnya sering menang di set pertama, kalah di set kedua dan set ketiga baru mati-matian dan ditentukan takdir, namun sepertinya sering  kalahnya deh, hehehe. Partai kedua ada Simon vs Peter Gade, Indo harus menundukkan kepala lagi. Waahh..si Peter memang benar-benar sangaarrrr, sudah tua gitu masih sip. Semenjak saya masih SD sampai sekarang pun Denmark masih mengandalkan Peter. Ckckckckck..jempol. Indonesia aja udah ganti berapa generasi tuh, mulai Haryanto Arbi, Hendrawan, Taufik H sampe Simon. Wah, sepertinya harapan melaju ke final sudah sangat tipis. Partai ketiga ada ganda putra, nah kalo urusan ganda putra Indo punya nama-nama besar sedari dulu. Dan terbukti, peringkat satu dunia dari denmark pun mampu dihancurkan Ahsan dan Alvent dua set langsung. Manstapzz!!!. Partai ke empat, tunggal putri Indo yang mati suri prestasi lebih dari satu dekade masih harus menyerah. Tine Baun mengalahkan Firdasari dengan gampang. Oia, FYI nama pemain denmark yang satu ini lucu sekali buatku "Baun", kalo dalam bahasa minang artinya adalah "Bau" alias bau busuk. hohohoho. Yaah.. good bye for sudirman cup. Masih berharap ntar malam tim favoritku "Manchester United" masih bisa menang.

Tapi T E R N Y A T A....... Barcelona memang pantas untuk menjadi the one and only the best team in europe. I really appreciate it. Pertunjukan final fantasia yang ditunggu-tunggu jutaan orang, jawara liga inggris vs jawara liga spanyol dan sama-sama memperebutkan gelar ke-4 di liga champion. Mbah Fergie yang kharismatik dan Om Guardiola yang berapi-api beradu taktik mendesain squad terbaik dan permainan terbaik. Di awal pertandingan, berjalan sangat seru dan benar-benar menunjukkan bahwa mereka adalah penguasa sepakbola eropa saat ini. Tidak ada kartu yang lahir. Walaupun secara kumulatif ball position di ungguli Barca, namun MU masih all out. Ketika Pedro menggetarkan gawang Van Der Sar di menit ke 27, aq masih belum khawatir lah. Masih satu... Come on boyz..!!! Nah, terbukti 7 menit setelah itu giliran gawangnya Valdez dibobol Rooney.. Yeaaaeyyy... Semakin panas. Dan skor 1-1 pun bertahan hingga peluit panjang babak pertama menggema. 
Oke. Let's go to next battle. Babak kedua. 
Aarrgghh...benar-benar diluar ekspektasiku. Permainan dikuasi El-Barca sepenuhnya. Mereka semakin menggila, hingga banyak peluang-peluang gol yang terjadi, untung saja MU punya kiper sekelas Van der sar. Dan di menit ke 54, Messi mempersembahkan gol kedua yang sangat apik. Addooh... Tapi kuberfikir, masih banyak waktu. Ayo..ayo.. Setiap melihat aksi MU dengan kondisi seperti ini, pasti selalu ingat dengan sejarah Champion tahun 1999. Ketika Sherringham dan Solksjaer mencetak gol saat injury time. That's Very memorable for me. Karena saat itu adalah masa-masa pertama mencintai MU dan menjadi MU lovers. Hohoho. Ditambah lagi gelar treble winner. Completely.
Harapan seperti itu hancur ketika giliran David Villa membobol untuk skor ke-tiga dimenit 69. Oouughh...sudah tidak mungkin. Tangan Mbah Fergie-pun terlihat gemetaran di layar kaca. Hehehehe. 3-0 berakhir dan Wembley menjadi saksi kehebatan tim asuhan Guardiola. Bravo-lah for Barca...(kayak ngga ikhlas, hee).
Chicharito tak berkutik, Giggs, Scholes. Tembok pertahanan Ferdinand dan Vidic pun dibikin roboh. Barca juga punya mesin pencetak gol yang lebih banyak dan punya tendangan maut (kayak ksatria baja hitam, lhooo..ga nyambung :-d ). Next year for Red Devils.. hmm..hmm.
Hari ini menelan dua buah pil pahit kekalahan. Ow..ow..ow.. :( :'(

28 Mei 2011

Mlaku-mlaku nang tunjungan, rek...

Ooowwhhh.. Assalamu'alaykum.wr.wb...
Bulan ini minim posting. Udah blog jelek dispam pula..tmbh ngerusak aja. *angry..
Maafkan blogger yang satu ini, kebanyakan mikir untuk nulis, tapi prakternya nihil.
Weleh..nieh juga malah mo cerita yang udah basi. But..It's oke lah, ada referensi yang mungkin bisa berguna.
Yo wis. Sekarang tak ceritani hasil mlaku-mlaku nang tunjungan bareng konco-konco...(nyoba boso jowoan)
Bener ga sih yang tak tulis, kalo salah maap dah.. :D

Pasar Malem Tcap Toenjoengan (PMTT)
Nah...ini nieh judulnya. Salah satu event tahunan HUT Surabaya. FYI: buat yang mo jalan-jalan ke Surabaya, saya sarankan pilihlah bulan Mei. Karena HUT nya kota ini, banyak event-event seru dan bazar gila-gilaan buat yang doyan belanja. Komplit dah. Browsing aja web-nya pemkot ntuk liat jadwal eventnya. Untuk PMTT, sesuai info yang di peroleh di tekape (ga tahu juga MC-nya ngomong bener atau hoax). Tahun ini adalah penyelenggaraan yang ke-tiga. Dan katanya, ini adalah penyelanggaran yang terakhir karena tahun depan bakalan dibangun mall lagi alias memperluas Tunjungan Plaza (TP) yang sudah sangat sangat luas. Kalo kabar ini bener, busssyeeett dah gile bener, ini aja udah banyak korban nyasar di mall apalagi diperluas ntar. Saya ngga habis fikir, mengapa investor pada gila mbangun mall. Sungguh masyarakat kita adalah orang-orang konsumtif. Yang kaya tambah kaya. Yang miskin, biarin aje miskin ampe mampus sekalian. Kesaaalll.. Kalo ngomong ginian ga tau yang mesti disalahin deh, toh budaya kita juga doyannya minta-minta. (oops...OOT)

Back to topic (doh.. koq jadi ga enak nieh mood buat cerita gara-gara emosi diatas). Astaghfirullah..
Hmmmm....Oke. Jadwal PMTT tahun ini adalah tanggal 1-15 Mei. Trus ga tau kenapa, diperpanjang satu minggu sampe berakhir tgl 22. Syukur deh diperpanjang, jadi tgl 21 kmren baru sempat kesana. Jam bukanya mulai jam 5 sore sampe 10 malem (kalo ga salah). Oia, lokasinya...hmmm di parkiran TP berapa ya??? Doh,,,ngga ngerti, ngga doyan ngemol soalnya. Yg penting parkiran depannya pintu masuk SOGO, trus tetanggaan ma sentral telkom mergoyoso. (perasaan dari tadi ngga pernah ngasih info yg valid yo..hehe). Ke PMTT ngapain??? Yaa...buat apalagi kalo bukan berburu kuliner khas suroboyoan n jawatimuran. Ada juga sih satu-satu makanan khas daerah lain. Cekidot..!!!

Panggung utama
Nah, panggung ini digunakan pastinya buat panggung hiburan lah. hehehe.. Katanya tiap malam ada pertunjukkan budaya khas jawa timuran yang setiap harinya berbeda. Ada reog, ludruk, parikan, opo maneh yo??? ga mudeng, (sorry,,hehe). Kebetulan waktu kesana kemaren, aksi arek-arek cilik nyanyi lagu suroboyoan plus dance dan you know, lagu penutupnya adalah chaiyya-chaiyya. (Cape' deh).
Trus, disana ada sekitar 30 an stan yang dikemas seperti tampilan jadul yang menjajakan makanan dan beberapanya menjual souvenir khas surabaya. Pilihan panganannya mulai dari aneka penyetan (ga spesial, haha), nasi rawon, nasi krawu, nasi bakar, nasi cambut, sate klopo, sate madura, soto lamongan, semanggi, tahu campur, tahu telor, bebek bakar, pempek palembang (menu nyasar iki), pisang kipas, bakso, pentol, es dawet, teh jawa, aneka jamu, banyak banget dah pokoknya. Rata-rata sih pernah nyoba, ada beberapa jg yang belum. Tapi, tetap aja buingung mo milih apa. Karena bingung, anda tahu kalo pilihan saya akhirnya tetep jatuh ke menu yang dirindukan (pempek).. Hyyaaaa.....diketawain temen dah, udah kesini milihnya cuma pempek. Beruntungnya pergi rame-rame (kita ada 7 personil), tiap orang mesen beda n tiap kita juga bisa nyicip lah. FYI lagi, temenku pesen nasi cambut (ditelingaku aneh bgt kedengarannya), dan rasanya puuueedessss puoll.. Ngga ada apa-apanya di bandingkan nasi Padang yang katanya pedes. hhooww..
Di depan panggung utama digelar tikar plus meja, so anda makan nya lesehan. Seru tho...
Bicara soal harga berkisar dari 5 ribuan sampe 25 ribuan. Kalo menu yang berat-berat (nasi) diatas 15 ribuan rata-rata. Ukuran kantong kita yang masih bergantung ke ortu, harga segini lumayan, lumayan mikir ngeluarin duit..haha.
Owh..sorry..ngga ada dokumentasi yang siip, maklumlah kita ngga punya kamera keren apalagi untuk malam hari so hasil jepretan nya remang-remang alias blur-blur an smua. Cuma ini: wkwkwk

10 Mei 2011

Asas utama dalam hidup yang sekokoh janji adalah kepercayaan

Umar bin khattab sedang duduk di bawah sebatang pohon kurma. Surbannya di lepas, menampakkan kepala yang rambutnya mulai teripis di beberapa bagian. Di atas kerikil dia duduk, dengan cemeti imarat-nya tergeletak di samping tumpuan lengan. Di hadapannya para pemuka shahabat bertukar pikiran dan membahas berbagai persoalan. Ada anak muda yang tampak menonjol di situ. Abdullah ibn Abbas. Berulang kali Umar memintanya berbicara. Jika perbedaan wujud, Umar hampir selalu  bersetuju dengan Ibnu Abbas. Ada juga Salman Al-Farisi yang tekun menyimak. Ada juga Abu Dzar Al-Ghifari yang sesekali bicara berapi-api.
Pembicaraan mereka segera terjeda. Dua orang pemuda berwajah mirip datang dengan mengapit pria belia lain yang mereka cekal lengannya. "Wahai Amirul Mukminin," Ujar salah satu berseru-seru, "Tegakkanlah hukun ALLAH atas pembunuhan ayah kami ini!"
Umar bangkit. ""Takutlah kalian kepada ALLAH!" hardiknya, "Perkara apakah ini?"
Kedua pemuda itu menegaskan bahwa pria belia yang mereka bawa ni adalah pembunuh ayah mereka. Mereka siap mendatangkan saksi dan bahkan menyatakan bahwa si pelaku ini telah mangaku. Umar bertanya kepada sang tertuduh. "Benarkah yang mereka dakwakan kepadamu ini?"
"Benar wahai Amirul Mukminin!"
"Engkau tidak menyangkal dan di wajahmu kulihat ada sesal!" ujar Umar menyelidik dengan teliti. "Ceritakanlah kejadiannya!"
"Aku datang dari negeri yang jauh" kata belia itu. "Begitu sampai di Kota ini ku tambatkan kudaku di sebuah pohon dekat kebunmilik keluarga mereka. Ku tinggalkan ia sejenak untuk mengurus suatu hajat tanpa aku tahu ternyata kudaku mulai memakan sebagian tanaman yang ada di kebun mereka."
"Saat aku kembali," lanjutnya sembari menghela nafas, "Kulihat seorang lelaki tua yang kemudian aku tahu adalah ayah dari kedua pemuda ini sedang memukul kepala kudaku dengan batu hingga hewan malang itu tewas menggenaskan. Melihat kejadian itu, aku di bakar amarah dan kuhunus pedang. Aku khilaf, aku telah membunuh lelaki tua itu. Aku memohon ampun kepada ALLAH karenanya"
Umar tecenung.
"Wahai Amirul mukminin," kata salah satu dari kedua kakak beradik itu, "Tegakkanlah hukum ALLAH. Kami meminta qishash atas orang ini. Jiwa dibayar dengan jiwa."\ 
Umar melihat pada belia tertuduh itu. Usianya masih sangat muda. Pantas saja dia mudah dibakar hawa amarah. Tapi sangat jelas bahwa wajahnya teduh. Akhlaknya santun. gurat-gurat sesal tampak jelas  membayang di air mukanya. Umar iba dan merasa alangkah sia-sianya jika anak muda penuh adab dan berhati lembut ini harus mati begitu pagi.
"Bersediakah kalian," ucap Umar ke arah dua pemuda penuntut Qishash, "Menerima pembayaran diyat dariku atas nama pemuda ini dan memaafkan nya?"
Kedua pemuda itu saling pandang,"Demi ALLAH, hai Amirul mukminin" jawab mereka, "Sungguh kami sangat mencintai ayah kami. dia telah membesarkan kami dengan penuh cinta. keberadaannya di tengah kami takkan terbayar dan terganti dengan diyat sebesar apapun. Lagipula kami bukanlah  orang miskin yang menghajatkan harta. Hati kami baru akan tenteram jika Had di tegakkan!"
Umar terhenyak. "Bagaimana menurutmu?" tanyanya pada sang terdakwa.
"Aku ridha hukum ALLAH di tegakkan atasku, wahai Amirul Mukminin" kata si belia dengan yakin. "Namun ada yang menghalangiku untuk sementara ini. Ada amanah dari kaumku atas beberapa benda maupun perkara yang harus aku sampaikan kembali pada mereka. demikian juga keluargaku. aku bekerja untuk menafkahi mereka. Hasil Jerih payah di perjalanan terakhirku ini harus aku serahkan pada mereka sembari berpamitan memohon ridha dan keampunan ayah ibuku"
Umar terhenyuh. Tak ada jalan lain. hudud harus di tegakkan. Tetapi pemuda itu juga memiliki amanah yang harus di tunaikan. "Jadi bagaimana?" tanya Umar.
"Jika engkau mengijinkanku, wahai Amirul Mukminin, aku minta waktu tiga hari untuk kembali ke daerah asalku guna menunaikan segala amanah itu. Demi ALLAH, aku pasti kembali di hari ketiga untuk menetapi hukumanku. Saat itu tegakkanlah had untukku tanpa ragu, wahai putra Al-Khattab"
"Adakah orang yang bisa menjaminmu?"
"Aku tidak memiliki seorangpun yang kukenal di kota ini hingga dia bisa kuminta menjadi penjamin ku. Aku tak memiliki seorangpun penjamin kecuali ALLAH yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
"Tidak! Demi ALLAH, tetap harus ada seseorang yang menjaminmu atau aku tak bisa mengizinkanmu pergi."
"Aku bersumpah dengan nama ALLAH yang amat keras azabnya. Aku takkan menyalahi janjiku."
"Aku percaya, tapi tetap harus ada manusia yang menjaminmu!"
"Aku tak punya!"
"Wahai Amirul Mukminin!" terdengar sebuah suara yang berat dan berwibawa menyela. "Jadikan aku sebagai penjamin anak muda ini dan biarkanlah ia menunaikan amanahnya!" inilah dia, Salman Al Farisi yang tampil mengajukan diri.
"Engkau hai Salman, bersedia menjamin anak muda ini?"
"Benar. Aku bersedia!"
"Kalian berdua kakak beradik yang mengajukan gugatan,"panggil Umar, "Apakah kalian bersedia menerima penjaminan dari Salman Al Farisi atas orang yang telah membunuh ayah kalian ini? Adapun Salman demi ALLAH, aku bersaksi tentang dirinya bahwa dia lelaki ksatria yang jujur dan tak sudi berkhianat"
Kedua pemuda itu saling pandang. "Kami menerima," kata mereka nyaris serentak.
Waktu tiga hari yang disediakan untuk sang terhukum nyaris habis. Umar gelisah tak karuan. Dia mondar mandir sementara Salman duduk khusu' di dekatnya. Salman tampak begitu tenang padahal jiwanya di ujung tanduk. Andai lelaki pembunuh itu tak datang memenuhi janji, maka dirinyalah selaku penjamin yang akan menggantikan tempat sang terpidana untuk menerima qishash.
Waktu terus merambat. Belia itu masih belum muncul.
Kota Madinah mulai terasa kelabu. Para shahabat berkumpul mendatangi Umar dan Salman. Demi ALLAH, mereka keberatan jika Salman harus di bunuh sebagai badal. Mereka sungguh tak ingin kehilangan sahabat yang pengorbanannya untuk islam begitu besar itu. Salman seorang sahabat yang tulus dan rendah hati. Dia di hormati. Dia dicintai. 
Satu demi satu, dimulai dari Abi Darda', beberapa shahabat mengajukan diri sebagai pengganti Salman jika hukuman benar-benar dijatuhkan padanya. Tetapi Salman menolak. Umar juga menggeleng.
Matahari semakin langsir ke Barat. Kekhawatiran Umar makin memuncak. Para shahabat makin kelut dan sedih. Hanya beberapa saat menjelang habisnya batas waktu, tampak seseorang datang dengan berlari tertatih dan terseok. Dia pemuda itu, sang terpidana.
"Maafkan aku," ujarnya dengan senyum tulus sembari menyeka keringat yang membasahi sekujur wajah, urusan dengan kaumku itu ternyata berbelit dan rumit sementara untaku tak sempat istirahat. Ia kelelahan nyaris sekarat dan terpaksa kutinggal di tengah jalan. aku harus berlari-leri untuk sampai kemari sehingga nyaris terlambat."
Semua yang melihat wajah dan penampilan pemuda ini merasakan satu sergapan iba. semua yang mendengar penuturannya merasakan keharuan yang mendesak-desak. Semua tiba-tiba merasa tak rela jika sang pemuda harus berakhir hidupnya di hari itu.
"Pemuda yang jujur" ujar Umar denganmata berkaca-kaca, "Mengapa kau datang kambali padahal bagimu ada kesempatan untuk lari dan tak harus mati menanggung qishash?"
"Sungguh jangan sampai orang mengatakan," kata pemuda itu sambil tersenyum ikhlas, "Tak ada lagi orang yang tepat janji. dan jangan sampai ada yang mengatakan, tak ada lagi kejujuran hati di kalangan kaum muslimin"
"Dan kau Salman," kata Umar bergetar, "Untuk apa kau susah-susah menjadikan dirimu penanggung kesalahan dari orang yang tak kau kenal sama sekali? Bagaimana kau bisa mempercayainya?"
"Sungguh jangan sampai orang bicara,"  ujar Salman dengan wajah teguh, "Bahwa tak ada lagi orang yang mau saling membagi beban dengan saudaranya. Atau jangan sampai ada yang merasa, tak ada lagi saling percaya di antara orang-orang Muslim."
"ALLAHU AKBAR!" kata Umar, "Segala puji bagi ALLAH. kalian telah membesarkan hati ummat ini dengan kemuliaan sikap dan agungnya iman kalian. Tetapi bagaimanapun wahai pemuda, had untukmu harus kami tegakkan!". 
Pemuda itu mengangguk Pasrah.
"Kami memutuskan…" Kata kakak beradik penggugat tiba-tiba menyeruak, "Untuk memaafkannya." mereka tersedu sedan. "Kami melihatnya sebagai seorang yang berbudi dan tepat janji. Demi ALLAH, pasti benar-benar sebuah kekhilafan yang tak disengaja jika dia sampai membunuh ayah kami. Dia telah menyesal dan beristighfar kepada ALLAH atas dosanya. Kami memaafkannya. Janganlah menghukumnya, wahai Amirul Mukminin"
"Alhamdulillah!, Alhamdulillah!" ujar Umar. Pemuda terhukum itu sujud syukur. Salman tak ketinggalan menyungkurkan wajahnya ke arah kiblat mengagungkan Asma ALLAH, yang kemudia bahkan diikuti oleh semua hadirin. "Mengapa kalian tiba-tiba berubah pikiran?" tanya Umar pada kadua ahli waris korban.
"Agar jangan sampai ada yang mengatakan," jawab mereka masih terharu, "Bahwa di kalangan kaum muslimin tak ada lagi kemaafan, pengampunan, iba hati dan kasih sayang"

Saudara seiman itu adalah dirimu, hanya saja dia itu orang lain
sebab kalian saling percaya, sebab kalian adalah satu jiwa
hanya saja kini sedang hinggap di jasad yang berbeda

*Artikel ini pernah dikirimi seorang teman dari LDK. Subhanallah. Sungguh kisah luar biasa dan banyak ibroh yang bisa diambil.  Melihat kenyataan yang terjadi di kalangan umat muslim hari ini yang sudah terpecah belah. Memang kita berabad jarak dari kehidupan Rasulullah dan para amirul mukminin. Semoga ukhuwah dan itsar itu tidak hanya teori. Mulai dari diri sendiri. ^.^v