20 Feb 2011

Komik Hidup Itu Indah

Setelah rutinitas sabtu seperti biasa, ditutup ketika jam di handphone menunjukkan pukul 17.00 (bisa kurang-bisa lebih,,hee). Hmmm,, sepertinya pilihan yang tepat untuk mencari hiburan pelepas penat dan penutup akhir pekan ke toko buku. Cuci mata guys, walaupun ga ada budget, masih tetap bisa menikmati dan menyantap buku-buku itu ditempat.
Masih mencari-cari di tumpukan best seller, new realese, dsb.. Akhirnya mata ini tertuju pada sebuah komik, awalnya tak begitu tertarik karena tidak begitu suka dengan komik. Tapi, setelah dibuka lembar demi lembar, semakin penasaran untuk membacanya. Hingga kuputuskan untuk mencari posisi enak.
Sebuah komik opini "Hidup Itu Indah" karya Aji Prasetyo.  Gila, nieh komik sukses bikin senyam senyum malah sampe ngakak (ngakaknya biasa aje ga pake bangetz, kan tempat umum :D..). Keren,,, Mas Aji mengangkat isu-isu sosial, agama, politik, budaya n dll yang terjadi di negeri ini. Dituangkan dalam karikatur yang lucu. Bahasa yang ringan, berani, profokatif dan kadang nyeleneh. Mulai dari cerita sulitnya berurusan di kantor pemerintahan, reality show yang menjamur di televisi berefek pembodohan bangsa, ajang mencari bakat karbitan, bentrok dan kekerasan antar agama yang marak terjadi sekarang ini, fenomena fesbuk, kondisi pendidikan, dsb. Semua diceritakan secara gamblang dan gambar-gambar yang asli lucu banget.
Ada satu bagian yang menarik, ketika setan putus asa dan ingin bunuh diri karena tingkah laku manusia telah mengalahkan tingkah laku setan itu sendiri. Sehingga setan kehilangan job. Wkwkwwkwk...Konyol..

Namun, dari cerita-cerita yang ditawarkan penulis/komikus, pembaca dipersilahkan untuk mengambil kesimpulan sendiri.. Tidak semua cerita juga yang menawarkan solusi, kembali kepada anda sebagai pembaca. Baik or buruknya terserah anda. Opini seorang anak bangsa yang berani menyampaikan kritikan melalui goresan tangan kreatif Mas Aji.
Sayang sekali, tidak bisa menamatkan baca komiknya karena dibatasi waktu dan udh kemalaman. Dan akhirnya, saya menemukan link-nya :  http://klewang.multiply.com/... hihihihi..
Yaa... Hidup itu Indah. Life is beautiful.
Walaupun saya tidak membeli komiknya (Maap bgt Mas Aji :D..). Budget beli buku bulan ini udah sold out. Yaa..akhirnya saya hanya memanfaatkan fasilitas membaca gratis yang dengan pintu terbuka lebar disediakan gra****a. Hahahahaha... Hidup itu Indah kawan!!!

17 Feb 2011

Buku itu bernama Al'Quran

A : " Dek, terakhir ngaji (red: baca Al-qur'an) kapan???"
B : " Hmmm...Waktu msh SMP mbak.."
A : " Whatttt???? "
B : " Iya mbak.. Soalnya sibuk banget, banyak les ini itu. Jadi ga sempat ngaji..."

Sedikit kutipan pembicaraan ringan ketika terlibat dalam sebuah forum kecil dengan mahasiswa baru...
Sangat miris rasanya ketika mendengar alasan seperti itu dan menghadapi kenyataan seperti ini. Dimana fungsi orangtua yang senantiasa mendidik anak-anaknya??? Apakah mendidik itu hanya diajarkan untuk mencapai cita-cita dunia setinggi-tingginya??? Wallahu'alam....
Itu mungkin hanya satu contoh, dan saya yakin masih buaaanyaaakkk korban-korban kesibukan dunia lainnya. Begitu sengitnya persaingan menuntut ilmu, begitu sibuknya kerja-kerja untuk pemenuhan kebutuhan hidup, dan begitu banyak alasan-alasan lain...
Adakah batas untuk seseorang berkata 'sudah cukup' setelah mencapai tingkatan tertentu dalam melaksanakan ajaran agama???
Adakah batas seseorang berkata 'puas' dengan kondisi iman dan pengetahuan agama yang dimiliki sekarang???
Mengapa seseorang tidak pernah puas untuk meraih kekayaan harta dan tahta???
Mengapa seseorang tidak akan bahagia jika tidak menjalani hidup sesuai tuntunan agama?

Buku itu bernama Al-Qur'an. Buku wajib orang yang mengaku Islam dan beriman pada Allah. Sebagai pedoman dan petunjuk hidup. Kenyataannya??????
Al-qur'an itu sekarang hanya pajangan dalam lemari hingga berdebu, dibaca ketika ada yang meninggal dunia dan diletakkan di dekat kepala ketika terkapar sakit. Sesungguhnya ia adalah Kalam Allah yang penuh dengan mukjizat, yang senantiasa terpelihara, baik dalam hati maupun dalam bentuk tulisan. Allah SWT sendirilah yang menjamin hal itu. Allah berfirman,
“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami sendiri yang akan menjaganya.” (Al-Hijr: 9).
Bagaimana bisa kita untuk memahami dan mengamalkan, jika tahap-tahap sebelumnya tidak kita lakukan. Membacanya, menghafalnya dan mentadaburrinya.. Untuk membacanya saja kita merasa tidak punya waktu. Padahal setiap 1 huruf saja dikalikan dengan 10 kebaikan (pahala). Semoga Allah mengikat lebih erat hati-hati hambanya yang telah mencintai Al-Qur'an dan senantiasa membukakan pintu selebar-lebarnya untuk yang belum menerima cahaya Al-Qur'an. Amin...

Ingat potongan kisah salah satu tokoh yang dipaparkan dalam buku N5M. Dia bercita-cita menjadi hafidz qur'an untuk mempersembahkan jubah surgawi pada kedua orang tuanya yang sudah meninggal dunia. Disana dikisahkan perjuangan dan pengorbanannya untuk menjadi seorang hafidz. Cita-cita mulia untuk mempersembahkan bakti terindah pada orangtuanya. Menurut riwayat, seorang anak yang hafal Al-Qur'an akan menyelamatkan kedua orang tua mereka dari jilatan api neraka. Subhanallah....Jadikan ini sebuah inspirasi dan motivasi buat kita.
 
Kebenaran hanya datang dari Allah... Wassalam.. :)

10 Feb 2011

Resensi R3W


Tepatnya 22 Januari kemaren launching buku kedua dari triloginya Negeri 5 Menara yang sempat booming tahun lalu. Dan hari itu juga saya berburu ke bookstore :-)... Hmmm....setelah sekian lama menunggu, akhirnya terbit juga. Penasaran dengan kelanjutan perjuangan Alif untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Yaaa....Negeri 3 Warna hadir dengan mantra "Man Shabara Zhafira" (Siapa yang bersabar akan beruntung). Sepertinya sudah banyak n lagi ngetrend buku or novel yang diangkat dari true story tentang kesuksesan seseorang. Semenjak buku fenomenal tetralogi Laskar Pelangi hadir di negeri ini. Namun,, setiap cerita dan writer nya pasti memiliki ciri dan karakter berbeda...so, tetap memiliki daya jual yang kuat.Yaps,,apapun itu, sebagai pembaca tetap menikmati suguhan karya-karya yang diberikan. Karena banyak pengalaman, pelajaran, dan hikmah yang bisa dipetik dari kisah-kisah itu.
Keep Reading :)

Back to topic.. R3W dimulai dengan cerita Alif telah menamatkan pendidikan nya di Pondok Madani,,yang diremehkan orang-orang untuk mampu bersaing dengan anak-anak sekolah negeri untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Dari sini, perjuangan dimulai, dengan usaha yang ekstra keras dibanding anak-anak lain untuk mengejar ketinggalannya dan mampu bersaing dengan mereka. Terinspirasi dari Tim Dinamit Denmark sebagai tim underdog yang waktu itu menjadi Jawara Piala Eropa. Ia berjuang sampai klimaks. Hmmm...berkat usahanya, ia mampu meraih yang ia impikan. Belum berakhir sampai disini. Setelah diterima di PTN. Perjuangan masih belum berakhir, masalah dan penderitaan masih datang silih berganti. Hidup sebagai mahasiswa rantau yang berbekal pas-pas an,, ditambah lagi sang Ayah dipanggil Maha Pencipta untuk selamanya. Persoalan menjadi semakin pelik. Yaaahhh...lika-liku hidup Mahasiswa untuk tetap bisa bertahan dan menamatkan pendidikan apapun itu kondisinya. Dan pembuktian bahwa setiap orang berhak untuk sukses,, siapapun itu, mau anak gedongan, anak konglomerat maupun ia sebagai anak kampung di pinggiran danau Maninjau nun jauh disana harus membuktikan itu untuk merubah nasib dan berprestasi. Mantra Man Jadda Wajada masih kurang, dikolaborasikan dengan Man Shabara Zhafira.

Dengan kesabaran yang luar biasa ia bisa meraih impian yang ia ukir dengan menganalogikan awan bersama teman-teman nya di bawah menara mesjid Pondok Madani. Hingga ia menginjakkan kaki di tanah yang tropis, tanah gurun pasir hingga tanah bersalju dengan caranya sendiri. Komplitnya????? Kudu baca yooo!!! Ada lucu, haru, tawa, kesal, cinta, semangat, bodoh, kreatif, de es be.. :-).. Disajikan dengan bahasa yang sangat ringan. Hmmmm...tapi saya pribadi masih memberi point lebih 1 bintang untuk N5M.. Heee.. Kecewa dg R3W?? Nggaa lah. Tetap setia menunggu kehadiran buku terakhir.. Yeeee... yeeaa.. Jiayou uda Fuadi. Semoga Komunitas Menara nya berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti untuk bangsa ini.
Oia... Sedikit kutipan:
"Hidupku selama ini membuat aku insaf untuk menjinakkan badai hidup. Antara sungguh-sungguh dan sukses itu tidak bersebelahan, tapi ada jarak. Jarak ini bisa hanya 1cm, tapi bisa juga ribuan km. Jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi bisa juga puluhan tahun. Jarak antara sungguh-sungguh dan sukses hanya bisa diisi sabar. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung. Sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan. Padahal keberuntungan adalah hasil kerja keras, doa dan sabar yang berlebih-lebih.
Bagaimanapun tingginya impian, dia tetap wajib dibela habis habisan walau hidup sudah digelung nestapa akut. Hanya dengan sungguh-sungguhlah jalan sukses terbuka. Tapi hanya dengan sabarlah takdir itu terkuak menjadi nyata. Dan Tuhan selalu memilihkan yang terbaik dan paling kita butuhkan. Itulah hadiah Tuhan buat hati yang kukuh dan sabar. Sabar itu awalnya terasa pahit, tetapi akhirnya lebih manis daripada madu."

And the last. Keep Reading. Keep Giving. Keep smile !!! :) :D...

2 Feb 2011

Open Your Eyes

Hmmmm.... Lyric "Open Your Eyes" nya Maher Zain
Like this so much..

Look around yourselves
Can’t you see this wonder
Spreaded infront of you
The clouds floating by
The skies are clear and blue
Planets in the orbits
The moon and the sun
Such perfect harmony

Let’s start question in ourselves
Isn’t this proof enough for us

Or are we so blind
To push it all aside..
No..

We just have to
Open our eyes, our hearts, and minds
If we just look bright to see the signs
We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way (Allah..)
Guide us every single day.. (Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Look inside yourselves
Such a perfect order
Hiding in yourselves
Running in your veins
What about anger love and pain
And all the things you’re feeling
Can you touch them with your hand?
So are they really there?

Lets start question in ourselves
Isn’t this proof enough for us?
Or are we so blind
To push it all aside..?
No..

When a baby’s born
So helpless and weak
And you’re watching him growing..
So why deny
Whats in front of your eyes
The biggest miracle of life..


Open your eyes and hearts and minds
If you just look bright to see the signs

We can’t keep hiding from the truth
Let it take us by surprise
Take us in the best way (Allah..)
Guide us every single day.. (Allah..)
Keep us close to You
Until the end of time..

Allah..
You created everything
We belong to You
Ya Robb we raise our hands
Forever we thank You..
Alhamdulillah..


27 Jan 2011

Mari m'ngaji ^.^v



Ngaji bukan hanya aktifitas bapak-bapak, ibuk-ibuk, kakek-kakek or nenek-nenek kita. Juga bukan hanya kegiatan anak-anak kecil... Ngaji ga kenal usia kawan,, jangan nunggu beruban dulu, atau jangan tunggu keriput dulu baru kembali menggali sisa-sisa ilmu yang mungkin sudah karatan dalam otak. Apapun namanya: ngaji or pengajian, mentoring, tarbiyah, liqo', halaqah, de es be.. Punya makna dan urgensi dalam artian yang luas. Hmmmm...setelah membaca tulisan nya Yusuf (ex.kep.Gamais ITB),,,tulisannya sangat apik untuk memahamkan arti ngaji disini,,terutama untuk jiwa-jiwa yang masih berlabel "muda".

Kondisi iman sifatnya sangat labil, ya begitu,... untuk mencapai posisi aman n tinggi butuh usaha yang luaarr biasa, nah giliran anjlok gampang banget dah.. Untuk mencapai kondisi aman, tidak hanya cukup dengan ibadah-ibadah wajib dan individu. Ada aspek-aspek eksternal juga yang bakal membantu mengokohkan iman dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan ini.. Wow..Yuppss.. :-). Ibadah-ibadah jama'ah juga sangat dibutuhkan..ketika satu sama lain saling mentransfer energi rabbani (ini yang tidak kita dapatkan dalam ibadah personal).

Ibarat hape, kudu di charge secara rutin biar ga lowbat n ga mati. Naaah..ruhiyah kita nieh juga kudu di'charge secara rutin.

Selalulah "Fastabiqul khairat" :-).. Suka sekali dengan kalimat ini.

Ketika berucap mengingatkan orang lain dalam kebaikan,, bukan berarti kita jaaauuhh lebih baik dari mereka,,,bukan sama sekali. Malah, kata-kata yang kita ucapkan itulah yang akan menjadi rambu-rambu untuk kita ketika melanggar apa-apa yang kita sampaikan.

Wallahu'alambishhawab.. Kebenaran hanya datang dari Allah..

13 Jan 2011

Ketika berfikir tentang kecurangan

Setiap mendekati atau setelah melewati musim ujian, sebenarnya terisnpirasi untuk menulis tema yang satu ini. Namun, karena begitu memikirkan konsep dan kalimat-kalimat yang tajam akhirnya konsep-konsep yang sudah disimpan tak urung juga di posting… Hee =)
Hubungan antara ujian, kecurangan dan dosa. Satu pertanyaan, nyontek itu dosa kah?? Wallahu’alam.. Coba tanya hati kita masing-masing!!!!
Ada sebuah hadits yang mengatakan: “Barangsiapa mencurangi kami maka bukan dari golongan kami” Lagi pula, hal itu mengandung madharat bagi umat, sebab jika para pelajar telah terbiasa berbuat curang, maka standard keilmuan mereka lemah, shingga secara umum umat ini tidak mapan peradabannya dan membutuhkan orang lain, dan tentunya dengan begitu kehidupan umat ini menjadi kehidupan yang sulit.(almanhaj.or.id)
Curang pada dasarnya hilangnya kejujuran dan ketulusan seseorang demi mencapai kelebihan kebutuhan materiil atau demi tercapainya kebutuhan-kebutuhan jangka pendek. Maka tak heran apabila Allah mengingatkan dengan kata-kata wailun (celakalah)
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang
Saya juga tidak suci dari perilaku ini. Pada masa-masa itu, juga pernah melakukan hal “bodoh” ini walaupun tidak akut. Mahalnya harga kejujuran plus krisis kepercayaan diri membuat penyakit ini semakin mengganas. Hingga ke perguruan tinggi ternama juga masih ada budaya nyontek, yang sebelumnya disini saya fikir tak lagi menemukan nya. Ternyata sama saja. Jadi, kesimpulan nya sudah berakar ke seantero negeri yang kita cintai ini. Seperti kata teman saya “ kalo ga nyontek itu artinya ga bangga sama Indonesia”. Hahaha. Parahhh…
Yang lagi tren sekarang adalah “perjokian”. Hmm…sepertinya Indonesia punya segala macam joki, mulai dari joki TOEFL, joki tes CPNS, joki SPMB, hingga joki Penjara juga ada. Hahaha.. Alangkah lucunya negeri ini, punya profesi yang namanya “joki”. Kecuali joki kuda, itu masih halal.. hihi=). Dosen saya sendiri pernah berbagi cerita kalau beliau dulu sewaktu menjadi mahasiswa pernah menjadi joki spmb (di kota M**** di Sumatera). Menjadi joki anak-anak orang kaya, beliau menceritakan begitu apiknya strategi yang dilakukan. Ahhh…mantap sekali rupanya, seperti cerita di film-film saja, tapi ini nyata kawan!!
Sedangkan problematika di kampus saya adalah tes TOEFL dengan nilai sekian untuk syarat kelulusan. Ini juga sudah menjadi polemik tersendiri hingga menimbulkan spekulasi-spekulasi bahwa lembaga/UPT yang berwenang seperti meraup keuntungan saja dan segala macam tuduhan lainnya. Wallau’alambisshawab…., saya juga tidak terlalu mengerti masalahnya seperti apa. Tapi, dalam pandangan saya tidak perlu menyalahkan lembaga tersebut karena kita memang dituntut untuk belajar (hehe..teman-teman akan membenci saya dengan statement ini ^.^v). Hasil survey dari beberapa teman pun, ternyata mereka bisa langsung lulus dengan nilai yang memuaskan hanya dengan satu kali tes. Dan saya sendiri Alhamdulillah (idem), setelah belajar TOEFL selama 1 bulan full ketika liburan. Naaah,,,terbukti kan kalau sebenarnya kita dituntut untuk belajar =). Pastinya juga tak luput dari campur tangan Tuhan atas rezekiNYA. Manusia suka sekali mencari kesalahan diluar dirinya ketika tidak mampu memenuhi apa yang dibutuhkan. Hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan selembar kertas yang bernama sertifikat.
Terima kasih buat mentor saya ketika mentoring sewaktu masih maba mengajarkan dan memahamkan saya hingga bisa menghapus budaya curang ini dari kamus kehidupan saya. Ketika ujian mentoring, kita satu kelompok dibiarkan (ditinggal pergi) di ruangan itu, otomatis bebas bisa ngapain aja. Naah,, ternyata ketika selesai, beliau menginstruksikan periksa sendiri jawabannya dan garis bawahi jawaban mana saja yang hasil contekan. Waaahh,, mantap banget. Saatnya kembali membangun kejujuran sebagai pilar terkokoh dalam melakukan apapun.
Sebenarnya ketika melakukan kecurangan kita bisa melihat dari sudut pandang agama (Islam.red) bahwa Allah Maha Melihat dan Dia mengirimkan 2 malaikat di sisi kiri dan kanan kita. Pandangan manusia memang sangat-sangat bisa dikelabui tapi tidak akan pernah luput dari pandangan-NYA. Naaaah,, dalam hidup ini apa yang sebenarnya ingin dicapai selain ridho dari Allah?? Nilai-nilai di atas kertas itu tidak ada artinya ketika Dia tidak meridhoi. Kalau kita hanya ingin menjadi terbaik di mata manusia, apapun bisa dilakukan karena pandangan manusia terbatas. Tidakkah ingin menjadi baik juga dihadapan NYA??? Yakinlah, ketika sesuatu dicapai dengan jerih payah sendiri walaupun hasilnya sama sekali tidak istimewa, ada hembusan ketenangan yang membisikkan hati dan ada kepuasan yang menjelma jadi rasa syukur. Karena apa yang kita dapatkan itu, sepenuhnya adalah hak kita dan tidak ada hak orang lain yang kita rampas.
Walaupun kita belum menjadi siapa-siapa di negeri ini, tetaplah bertekad untuk merubah tradisi yang membuat negeri ini carut marut. Bisa saja bangsa ini selalu ditimpa bencana (celaka), yaa.. karena kecurangan di mana-mana. Entah itu pemilu, hukum, pendidikan, bla..bla..bla..saking banyak nya ga bisa disebutin. Perubahan kecil akan menuntun ke perubahan besar. Jangan NATO (No Action Talk Only)... Dan sebarkan lah kebaikan-kebaikan di sekitar anda.. ^.^v..... Fastabiqul khairat....